Kain Polyester

Kain Polyester

Kali ini Maarif Konveksi akan memberikan informasi mengenai salah satu bahan yang sudah cukup sering digunakan untuk pembuatan busana, baik itu wanita maupun pria. Mungkin teman-teman sudah tidak asing dengan nama bahan ini yaitu bahan polyester.

Bahan polyester atau disebut juga serat polyester (fiber) adalah salah satu bahan kain dari serat sintetis yang didapatkan melalui proses kimia polimerisasi etilen glikol dengan asam terephthalate. Proses polimerisasi ini akan menghasilkan polimer leleh yang selanjutnya dilakukan proses spinning atau pemintalan dengan menggunakan suhu di atas titik leleh dari polyester. Setelah itu dilakukan penyemprotan melalui spinneret.

Proses penyemprotan pada polimer leleh yang dilakukan melalui spinneret inilah yang nantinya akan menentukan seperti apa corak kain polyester yang dihasilkan. Coraknya bisa berbentuk persegi, elips dan masih banyak lagi.

Nah, setelah melakukan proses pemintalan, kemudian hasil pemintalan disatukan, ditarik, lalu direnggangkan sesuai spesifikasi kain yang diinginkan. Hasil kain yang didapatkan dari proses perenggangan tadi. Kemudian dilakukan pemotongan sebelum dilanjutkan proses pemintalan kembali untuk menghasilkan produk kain polyester.

Serat polyester dapat dijadikan menjadi kain berbahan polyester 100% ataupun bisa dicampurkan juga dengan serat alami maupun serat sintesis lainnya, sebagai contoh polyester katun.

Untuk membedakan antara kain berbahan dasar polyester dan kain berbahan dasar serat alam, bisa dengan cara membakar kain pada bagian ujungnya. Apabila serat kain yang terbakar berubah menjadi hangus. Maka bisa dipastikan kain tersebut memiliki bahan dasar serat alam. Akan tetapi jika kain tersebut meleleh seperti plastik yang terbakar pada umumnya, maka kain tersebut berbahan dasar polyester.

Serat kain yang terkenal keawetannya ini pertama kali diproduksi sekaligus dipatenkan oleh J.R Whinfield dan J.T. Dickson pada bulan Juli 1941, tepatnya di Manchester, Inggris.

Sebenarnya penggunaan dari bahan kain polyester sendiri tergolong sangat luas. Tidak hanya sebatas digunakan dalam pembuatan busana saja (seperti jaket, celana, kaos, kemeja, jilbab segi empat beserta sejenisnya dll). Bahan polyester ini juga dapat digunakan untuk perabotan rumah tangga seperti isolasi listrik, peralatan komputer, berbagai jenis tali (yang digunakan sebagai penguat ban), bahkan hingga furniture.

Proses pembuatan kain polyester

Pembuatan kain polyester atau poliester ini memiliki dua metode yang bisa dilakukan, yakni direct (metode langsung) atau indirect (metode tidak langsung).

Yuk langsung saja masuk ke penjesan dua metode ini.

1. Metode Langsung (Direct)

Pada metode ini, setelah proses polimerisasi yang menghasilkan PET, kemudian PET tersebut langsung disalurkan menuju spinning dengan menggunakan pompa bose. Setelah itu akan dibentuk menjadi benang, lalu melewati proses pendinginan kemudian dilakukan penggulungan.

2. Metode Tidak Langsung (Indirect)

Pada metode ini, setelah proses polimerisasi yang menghasilkan polyester, kemudian di lakukan pendinginan sehingga membentuk brittle. Selanjutnya dilakukan pemotongan kecil-kecil menjadi chips.

Chips tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses drying (pengeringan) dan panaskan pada suhu tinggi yaitu berkisar 260-270°C hingga meleleh. Selanjutkan masuk ke dalam proses spinning dengan menggunakan spinneret.

Bahan yang telah terkumpul di dalam spinneret tersebut, akan di diberi campuran kimia untuk meningkatkan keawatennya, yang selanjutnya di tekan keluar melewati lubang-lubang kecil. Hal ini menyebabkan polyester akan keluar melalui lubang tersebut dan membentuk helaian benang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *