Empat Jenis Bahan Sweater

Empat Jenis Bahan Sweater

Sweater pada mulanya merupakan sebutan untuk atasan yang biasanya dibuat secara rajut. Namun sekarang sweater adalah luaran berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Pada awal dibuatnya, sweater ini berfungsi untuk menghangatkan badan pemakainya dengan cara menutupi bagian kedua lengan dan tubuh.

Dari yang awalnya berfungsi sebagai penghangat tubuh, kini sweater menjadi salah satu item fashion yang populer. Sweater cocok dipadu padankan dengan pakaian lainnya, seperti kaos, jeans dan topi.

Terdapat berbagai macam sweater yang ada di pasaran, seperti sweater O-Neck, V-Neck, cardigan dan hoodie. Pada awalnya bahan untuk membuat sweater hanyalah wool. Namun seiring berkembangnya jaman dan fashion, kini banyak varian bahan sweater yang didesain sesuai fungsi sweater tersebut. Berikut Maarif Konveksi rangkum empat jenis bahan sweater yang umum digunakan.

1. Fleece

Kain fleece merupakan salah satu jenis kain yang sering digunakan untuk membuat sweater dan jaket. Kain ini memiliki karakteristik yang lembut dan hangat ketika dipakai dan sedikit berbulu pada permukaan kainnya. Kain ini merupakan salah satu hasil olahan dari produk tekstil yang dikenal dengan nama imitasi wool.

Kain fleece sendiri memiliki beberapa jenis yaitu cotton fleece yang konsentrasi katunnya lebih banyak. Polar fleece yang merupakan campuran dari polyester, katun dan viscose. Polyester fleece yang mengancung polyester lebih banyak. Dan juga CVC fleece yang terdiri dari cotton combed dan viscose.

2. Babyterry

Sama seperti katun, babyterry merupakan salah satu jenis kain yang terbuat dari bahan dasar serat kapas. Jenis kain ini umum digunakan untuk membuat pakaian. Nama babyterry juga dikenal dengan nama lain misal Baby Tray atau ada juga yang menyebutnya Terry saja.

Awalnya kain b babyterry hanya digunakan untuk membuat handuk, seiring berjalannya waktu juga digunakan untuk beragam jenis kebutuhan. Tidak hanya untuk jaket dan sweater seperti yang saat ini populer, babyterry juga digunakan untuk membuat keset, pakaian bayi, bahan pelapis sendal dan blazer.

3. Terry Doors

Bahan ini memiliki karakteristik seperti bahan Babyterry, bahkan akan sulit bagi orang wam untuk membedakannya. Perbedaannya bahan ini lebih tebal dari bahan baby terry.

Bahan ini sangat cocok untuk dijadikan bahan membuat sweater karena hangat dan tentunya nyaman dikenakan, juga tebal. Sweater dengan bahan ini terutama cocok digunakan saat musim dingin atau musim hujan.

4. Wool

Pada awal kemunculannya sweater dibuat menggunakan bahan wool karena fungsi utamanya sebagai penghangat tubuh. Wool merupakan benang berasal dari bulu domba dan hewan tertentu lainnya, sifat dari bulu domba ini sangat unik sehingga cocok digunakan untuk bahan produksi tekstil.

Bahan wool memiliki daya serap cairan yang baik namun agak sulit dibersihkan apabila ada kotoran atau noda yang menempel sehingga anda harus lebih berhati-hati. Kelebihan dari kain wool sebagai bahan membuat sweater adalah kain ini awet atau tahan lama, sangat tebal dan kuat, dan memiliki daya serap yang tinggi.

Tentunya masih ada bahan-bahan atau kain lain yang bisa digunakan untuk membuat sweater, seperti kain katun yang umum digunakan untuk membuat kaos ataupun kain-kain untuk membuat jaket seperti diadora, lotto dan adidas. Namun empat jenis bahan sweater di ataslah yang paling umum digunakan untuk membuat sweater.

Demikian penjelasan dari Maarif Konveksi semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *